Mesin Manufaktur

Mesin Manufaktur Dan Elemen Didalamnya – Di dunia ini pembangunan ekonomi dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya ialah industri.

Di dalam industri terdapat berbagai jenis kegiatan yang mendukung pertumbuhan ekonomi.

Jika ekonomi bertumbuh, maka kesejahteraan rakyat akan lebih baik.

Industri sendiri menyumbang nilai yang cukup besar untuk pertumbuhan ekonomi. Dari sanalah suatu daerah bisa menghasilkan produk industri dengan nilai jual yang berkualitas. Dalam dunia industri terdapat istilah manufaktur.

Istilah tersebut sepertinya hanya diketahui oleh orang-orang yang terjun di bidang industri.

Melalui artikel ini, siapapun bisa mengetahui arti dari istilah tersebut. Dalam manufaktur terdapat berbagai komponen penting seperti produksi, mesin, bahan, serta ruang lingkup.

Dalam artikel ini penulis akan membahas mengenai mesin manufaktur yang jarang diketahui oleh sebagian masyarakat pada umumnya.

Pengertian Mesin Manufaktur

Manufaktur merupakan setiap hal yang berhubungan dengan kegiatan produksi secara masal suatu barang.

Secara ekonomi, manufaktur berarti proses yang menghasilkan produk untuk bisa dijual kepada para pembeli guna mendapat keuntungan.

Istilah manufaktur tidak bisa dilepaskan dari istilah industri.

Untuk pengertian dari mesin manufaktur yaitu alat berupa rangkain mesin yang digunakan untuk mengubah bahan baku menjadi bahan jadi melalui proses produksi hingga barang tersebut bisa, diperjualbelikan.

Dalam prosesnya terdapat beberapa komponen yaitu tenaga manusia, alat dan bahan, serta prosesnya itu sendiri.

Pada umumnya manufaktur bisa berhubungan dengan berbagai aktivitas pembuatan barang secara masal walaupun dibuat dengan tangan langsung.

Untuk mesin khusus manufaktur ini berarti lebih tefokus pada proses pembuatan produk menggunakan mesin khusus. Mesin ini sudah dirancang dengan menggunakan teknologi tinggi.

Mesin ini juga biasa disebut dengan mesin pabrikasi. Sebab, mesin ini identik dengan pabrik dimana proses pembuatan produk masal tersebut dibuat.

Keberadaan pabrik ini memang tidak bisa terlepas dari penggunaan mesin manufaktur. Sebab, dengan alat sederhana pengerjaan produk secara masal akan kurang maksimal dari segi proses maupun hasilnya.

Teknik Pada Mesin Untuk Manufaktur

Mesin untuk manufaktur terdiri dari beberapa macam sesuai dengan kebutuhannya. Umumnya mesin tersebut akan melakukan teknik produksi, diantaranya :

  • Pengubahan bentuk bahan baku yang meliputi hot dan cold working, pengecoran, dan pemrosesan serbuk.
  • Cutting yang terdiri dari proses tradisional (chip removal) dan non tradisional.
  • Penyambungan dengan cara pengelasan, penyambungan secara mekanis, fastening dan soldering.
  • Perubahan sifat fisik yaitu proses heat treatment.

Hampir setiap teknik menggunakan mesin manufaktur yang berbeda. Beberapa teknik di atas biasanya selalu ada dalam setiap industri pabrik apapun jenis produknya.

Orang-orang yang terjun di dunia industri tentunya sudah tidak asing lagi dengan istilah tersebut. Setiap karyawan pabrik akan ditempatkan di bagian-bagian teknik tersebut.

Jadi, tidak setiap orang mengerjakan satu produk dari teknik pertama hingga teknik terakhir. Setiap teknik memiliki pekerjanya masing-masing.

Hal tersebut akan membuat proses pembuatan barang lebih cepat dan efektif. Selain itu hasil pekerjaannya bisa lebih rapih dan terkoordinir.

Contoh Mesin Manufaktur

Sebenarnya jenis mesin ini sangat banyak. Hal itu dikarenakan banyaknya pula produk industri yang dihasilkan. Sehingga mesin yang digunakan akan bervariasi pula. Berikut ini terdapat beberapa contoh mesin untuk manufaktur.

1. Frais atau Milling

Mesin ini termasuk mesin perkakas yang memiliki pisau atau pahat yang bekerja dengan cara berputar pada poros utama mesin.

Setiap barang yang diperlukan pada proses produksi tersebut akan diantarkan langsung pada pisau tersebut. Pisau akan bekerja secara vertikal, horizontal atau yang lainnya sesuai dengan kebutuhannya.

2. Mesin Bubut Atau Pembentuk Besi

Mesin manufaktur ini berfungsi untuk memotong benda keras semacam besi dan kemudian membentuknya dengan cara diputar atau biasa disebut gerak potong relatif.

Besi yang di putar biasa kita kenal dengan ulir. Setiap ulir yang dihasilkan tergantung dengan kecepatan translasi dari bahan yang di ulir tersebut.

3. Mesin Sekrap

Mesin ini biasanya juga disebut dengan mesin serut atau mesin ketam. Mesin ini bisa mengerjakan berbagai macam bidang. Mulai dari bidang yang rata, cekung, cembung, datar, miring, dan lain sebagainya. Mesin ini bekerja dengan cara bolak-balik secara horizontal ataupun vertikal untuk bisa di potong-potong dalam keadaan diam.

Akademi Politeknik Manufaktur Astra

Penulis merekomendasikan bagi Anda yang ingin mempelajari mengenai ilmu manufaktur dan mesin manufaktur yaitu Polman.

Polman merupakan singkatan dari Politeknik Manufaktur Astra. Akademi ini berada di daerah Jakarta Utara. Bagi Anda yang penasaran dengan akademi ini bisa segera hubungi yang bersangkutan.

Untuk jurusannya terdiri dari jenjang D3 Manajemen Informatika, D3 Mesin Otomotif, D3 Pembuatan Peralatan Dan Perkakas Produksi, serta D3 Teknik Produksi Dan Proses Manufaktur.

Setiap jurusannya lebih mengarahkan pada sistem manufaktur dimana nantinya para lulusan bisa bekerja di dunia industri bahkan menjadi pemilik industri tersebut.

Fungsi Mesin Untuk Manufaktur

Mesin pada proses manufaktur memiliki fungsi tersendiri sesuai dengan jenis dan kegunaannya.

Namun, secara umum mesin ini berfungsi untuk membantu proses produksi masal suatu barang secara efektif dan efisien.

Mesin juga berfungsi untuk mengerjakan beberapa pekerjaan yang tidak bisa dilakukan oleh tangan manusia saja.

Mesin manufaktur akan membantu pekerjaan para karyawan agar bisa diselesaikan dengan rapih, cepat, tepat dan berkualitas.

Penggunaan mesin ini dapat membuat hasil dari produksi yang lebih akurat.

Hal tersebut dikarenakan mesin tersebut sudah di program dengan sedemikian rupa sehingga bisa membuat hasil yang sama untuk semua produk.

Penggunaan Mesin Untuk Manufaktur

Mesin ini umumnya digunakan oleh industri besar seperti pabrik konveksi, pabrik olahan makanan, pabrik kayu, dan sebagainya.

Namun, industri kecil berupa pabrik berukuran sedang atau pabrik kecil juga biasanya menggunakan mesin ini untuk membantu proses pembuatan produk secara masal.

Mesin ini biasanya akan digunakan sesuai dengan kebutuhan dari kegiatan produksi.

Misalnya untuk kegiatan memotong maka akan menggunakan mesin khusus potong. Begitupun jika akan mencetak maka mesin yang digunakan ialah mesin pencetak.

Walaupun harga mesin tersebut cukup mahal, namun para pelaku industri akan mengusahakan agar bisa memperolehnya.

Sebab, tanpa adanya mesin manufaktur pekerjaan mereka bisa lebih lama dan hasilnya bisa kurang maksimal. Jika hanya mengandalkan keterampilan tangan saja, maka tenaga yang diperlukan harus lebih banyak lagi dibandingkan dengan menggunakan mesin.

Selain itu, mesin digunakan agar durasi pengerjaan sebuah produk bisa lebih cepat.

Beberapa informasi di atas tentunya bisa menjadi referensi bagi Anda yang ingin mencoba terjun ke dunia industri. Selain itu, Anda bisa memperkaya informasi yang biasanya hanya diketahui oleh sebagian orang saja.

Mesin manufaktur memang terdengar agar rumit dan berat.

Namun, kehadirannya sangat dibutuhkan oleh para pelaku industri.

Hal tersebut bisa membantu proses produksi secara masal agar bisa menjadi produk yang berkualitas.

Dengan begitu, keuntungan yang didapatkan bisa lebih banyak dan juga menguntungkan bagi pemilik industri. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply