Energi Alternatif Matahari Sebagai Energi Terbarukan untuk Masa Depan

Energi Alternatif Matahari Sebagai Energi Terbarukan untuk Masa Depan – Indonesia termasuk dalam wilayah yang terlewati garis khatulistiwa, sehingga sebagian besar wilayahnya mendapatkan sinar matahari yang cukup.

Sinar matahari ini bisa digunakan sebagai energi alternatif yang berguna untuk berbagai keperluan penduduk.

Masyarakat sebenarnya telah memanfaatkan sinar matahari sejak dulu, ia sering digunakan dalam keperluan harian sederhana, seperti membuat garam, mengeringkan baju, membuat ikan asin dan masih banyak lagi.

Karena merupakan energi yang terbarukan, sinar matahari bisa terus digunakan dan tidak akan habis jika digunakan secara terus menerus.

Matahari bersinar setiap hari dan cahayanya yang sampai ke bumi dalam bentuk energi panas.

Apabila menggunakan alat yang tepat, energi panas tersebut bisa diubah menjadi energi listrik dan digunakan untuk memenuhi ketersediaan keperluan harian penduduk.

Sumber Energi Alternatif Matahari

Sumber energi ini adalah cahaya matahari. Sebagai negara dengan potensi energi alternatif matahari yang melimpah, Indonesia bisa memanfaatkannya dengan mendirikan PLTS atau memproduksi alat pengubah energi panas tata surya menjadi energi listrik.

Radiasi harian matahari di Indonesia, sebesar 4.8 KWh/m2 jika dialihkan dalam bentuk tenaga listrik, membuatnya mampu menjadi sumber energi alternatif di masa depan.

Manfaat dan Fungsi Energi Alternatif Matahari

Banyak manfaat yang bisa diambil dari penggunaan energi alternatif ini, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Sebagai Pemasok Listrik Alternatif

Menjadikan energi panas dari matahari menjadi energi listrik memerlukan alat khusus, yakni solar system. Jika dipasang di rumah, maka penggunaan energi listrik bisa disokong secara mandiri dan bisa menghemat pengeluaran bulanan. Apabila matahari sedang bersinar cerah, maka listrik yang dihasilkan mencukupi untuk digunakan berbagai peralatan rumah tangga.

2. Alat Pemanas

Selain menjadi sumber tenaga listrik sekunder, cahaya matahari juga bisa digunakan sebagai alat pemanas.

Biasanya, ia sering digunakan sebagai alat pemanas air atau water heater.

Berbeda dengan peralatan solar system yang mengubah energi panas menjadi listrik, pemanas air menyerap langsung cahaya matahari dan menyalurkan panasnya untuk meningkatkan temperatur air di dalam tabung.

Energi alternatif matahari tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik jika memasang tabung water heater.

Komponen yang digunakan selain tabung adalah kolektor penyerap panas untuk mengalirkan energi panas matahri yang terserap. Alat ini kemudian diletakkan di atap rumah agar sinar matahari yang di dapatkan tercukupi.

3. Alat Isi Daya

Dengan perkembangan teknologi, ditemui beberapa merek ponsel yang memungkinkan pemilknya untuk melakukan isi ulang ponsel menggunakan tenaga surnya.

Alat yang digunakan disebuat solar charger, ia dimaksudkan untuk memudahkan pengguna ketika tidak ditemukan saklar listrik, sehinga bisa memanfaatkan cahaya matahari.

Cara kerja solar charger hampir mirip dengan power bank, dimana ia mengumpulkan energi listrik dari cahaya matahari. Sinar matahari yang terserap akan disimpan sebelum disalurkan pada ponsel.

Pemilik ponsel hanya perlu menyambungkan perangkat solar system dengan konektor isi daya ponsel.

4. Penerangan Luar Rumah

Lampu yang terdapat dalam ruang terbuka, bisa menggunakan energi alternatif matahari sebagai energi utamanya.

Caranya, lampu tersebut hanya perlu ditambahkan dengan panel surya, inverter, pengontrol isi daya, dan baterai.

Karena diletakkan di luar ruangan, panel surya akan terpasang langsung dengan badan lampu.

Selama siang hari, panel surya akan menagkap sinar matahari dan menyimpan energi tersebut.

Pada malam hari, energi yang tersimpan akan disalurkan untuk menyalakan lampu LED.

Apabila terdapat kelebihan energi, secara otomatis ia akan tersimpan di pada baterai untuk digunakan selanjutnya.

Cara Penggunaan Energi Alternatif Matahari

Cara menggunakan energi surya untuk kebutuhan harian dan listrik, biasanya menggunakan panel surya.

Panel ini akan menyerap panas matahari, menyimpannya, kemudian mengubahnya menjadi energi listrik untuk disalurkan pada alat-alat elektronik.

Ketika mengunakan panel surya, panas matahari secara maksimal, terkumpul dari jam 9 pagi hingga 2 sore.

Penyimpanan akan dilakukan untuk dimanfaatkan pada senja hingga malam hari.

Energi listrik yang disalurkan oleh panel surya berbentuk listrik direct current yang bisa dimanfaatkan langsung.

Jika peralatan elektronik menggunakan listrik alternating curent, energi alternatif matahari akan diubah terlebih dahulu menggunakan inverter.

Listrik tersebut bisa digunakan secara langsung ataupun digunakan nanti, dengan menyimpannya terlebih dahulu pada baterai.

Baterai berfungsi untuk menyimpan energi listrik yang dihasilkan oleh panel surya, sehingga listrik tetap dapat teralirkan ketika malam hari dan hujan berlangsung.

Contoh Pemanfaatan Energi Alternatif Matahari

Apabila dimanfaatkan secara maksimal, energi surya bisa digunakan dalam skala besar dan di aplikasikan dalam berbagai aktifitask kehidupan. Beberapa aspek yang menggunakan energi matahari adalah:

1. Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS

PLTS bisa dimanfaatkan untuk menjadi sumber energi terbarukan yang digunakan sebagai sumber cadangan maupun primer energi listrik. PLTS mulai diterapkan di Indonesia sejak tahun 2010, dengan pusatnya di wilayah Indonesia Timur, seperti NTB, NTT dan Papua.

Sebab, di wilayah tersebut, kapasitas radian sinar matahari lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah lain di Indonesia.

2. Transportasi

Saat ini banyak dikembangkan berbagai alat transportasi, mulai dari sepeda, motor, hingga mobil yang menggunakan energi alternatif matahari. Berbagai kendaraan ini menggunakan tenaga surya untuk digunakan sebagai sumber energi guna menjalankan kendaraan.

Selain itu, panel surya juga berfungsi sebagai pengurang konsumsi bahan bakar, penyejuk udara dan sebagai kampanye pengurangan energi biosolar menjadi enerfi terbarukan yang lebih ramah lingkungan.

3. Termal Surya

Merupakan alat yang cara kerjanya menyerupai panel surya. Namun, fungsi termal surya lebih difokuskan untuk memanaskan saja. Ia sering digunakan untuk pemanas air dan ruangan, keperluan pemanas harian, serta mendingkan ruangan.

Keunggulan Energi Alternatif Matahari

Energi surya bisa menjadi alternatif yang terbarukan, menggantikan penggunaan energi biosolar maupun penggunaan minyak bumi dan batu bara.

Dimana dua terakhir merupakan energi lama dan kemungkinan untuk habis di masa depan cukup besar. B

erikut merupakan keunggulan energi alternatif matahari dibandingkan dengan jenis energi lainnya.

1. Menggunakan Sumber Tenaga Terbarukan

Penggunaan energi surya bisa dilakukan secara terus menerus tanpa khawatir akan habis suatu saat nanti.

Berbeda dengan jenis sumber tenaga non terbarukan, seperti pemanfaatkan batu bara dan minyak bumi yang kemungkinan habisnya cukup tinggi.

2. Ramah Lingkungan

Menggunakan energi surya dan pemanfaatan cahaya matahari untuk digunakan dalam keperluan sehari-hari, tidak meninggalkan residu, sehingga relatif aman untuk lingkungan.

Berbeda dengan penggunaan energi lain yang memiliki residu, baik berupa gas maupun cairan yang tidak bisa di daur ulang langsung oleh alam.

3. Mudah Digunakan

Menggunakan energi ini hanya perlu memasang panel surya maupun termal panas untuk kebutuhan domestik.

Jika ingin konsumsi yang lebih besar, pemakai bisa menggunakan jasa PLTS untuk penyediaan daya listrik yang lebih besar.

Demikianlah ulasan singkat mengenai energi alternatif matahari. Di Indonesia, mayoritas penduduk masih mengandalkan PLN untuk konsumsi tenaga listrik harian, baik domestik maupun industri.

Agar pemanfaatan energi surya maksimal, perlu sinergi berbagai pihak untuk saling mendukung ke depannya.

Leave a Reply